Tung Tung Tung Sahur: Arti, Asal-Usul, dan Kenapa Viral
Jika Anda sempat membuka TikTok menjelang sahur, besar kemungkinan pernah melihat sosok kayu mirip kentongan yang membawa pentungan sambil mengulang-ulang bunyi “tung tung tung sahur”. Aneh, lucu, agak menyeramkan, tapi susah di-skip. Itulah kenapa tung tung tung sahur cepat jadi bahan obrolan warganet.
Meme ini sering disebut “anomali AI”, gaya konten yang menampilkan karakter absurd hasil generasi kecerdasan buatan, lalu dibungkus dengan voice over dan lore sederhana yang gampang diingat. Sejumlah media Indonesia juga menyorotnya sebagai tren yang “mendunia”, berangkat dari kreativitas warganet lokal. Anda bisa melihat gambaran besarnya lewat liputan detik tentang “anomali AI Tung Tung Tung Sahur”.
Table of Contents
TL;DR: Tung tung tung sahur adalah meme “anomali AI” yang meminjam bunyi kentongan sahur, dipopulerkan dari unggahan TikTok (sering dikaitkan dengan akun @noxaasht) pada 28 Februari 2025, lalu melejit selama Ramadan 2025 karena formatnya mudah di-remix. Di ranah global, meme ini juga dicatat oleh arsip budaya internet seperti Know Your Meme dan diberitakan media luar karena performanya di platform video pendek.
Apa itu “tung tung tung sahur”?
Secara sederhana, tung tung tung sahur adalah meme yang menampilkan karakter mirip kentongan atau batang kayu antropomorfik, biasanya memegang pentungan, sambil mengucapkan “tung tung tung sahur” sebagai onomatope bunyi kentongan untuk membangunkan sahur. Versi yang beredar sering terasa seperti “horor komedi”: Anda dibuat ketawa karena absurd, tapi ada elemen “merinding” karena suara repetitif dan visualnya.
Ada juga “lore” yang sering menempel di meme ini: kalau “sahur” dipanggil berkali-kali dan tetap tidak bangun, si karakter akan datang. Lore semacam ini bukan aturan sungguhan, melainkan pola cerita pendek yang dibuat agar mudah dipakai ulang, lalu jadi punchline di kolom komentar dan video reaksi.
Yang penting, konteks “sahur” membuat meme ini terasa dekat untuk banyak orang di Indonesia. Suaranya mengingatkan pada suasana Ramadan yang familiar, meski format visualnya sudah masuk wilayah absurd khas konten brainrot.

Asal-usul dan siapa yang pertama mempopulerkan?
Pertanyaan yang paling sering muncul biasanya: “Ini siapa yang bikin duluan?” Banyak artikel Indonesia mengaitkan kemunculan awalnya dengan akun TikTok @noxaasht dan menyebut tanggal unggahan 28 Februari 2025 sebagai titik mulai yang paling sering dirujuk. Rangkuman semacam ini juga bisa Anda temukan pada pemberitaan media Indonesia yang membahas kemunculan dan persebaran karakternya.
Dari situ, formatnya berkembang cepat karena dua alasan yang sangat TikTok:
- Sound dan kalimatnya pendek, mudah ditiru.
- Visual karakternya kuat, sekali lihat langsung ingat.
Begitu ada satu template yang “nempel”, warganet tinggal mengganti konteks: ada yang mengaitkan dengan begadang, ada yang menjadikannya “alarm sahur versi horor”, ada juga yang bikin parodi seolah-olah karakter itu patroli di gang kompleks.
Kenapa bisa viral banget?
Ada beberapa pemicu yang membuat tung tung tung sahur cepat menyebar dan terasa “ada di mana-mana”, terutama di video pendek.
Pertama, format repetitif itu memang dirancang untuk nempel di kepala. “Tung tung tung” terdengar seperti bunyi yang familiar, lalu ditambah kata “sahur” yang langsung mengunci konteks Ramadan.
Kedua, konten “anomali AI” punya daya tarik visual yang unik. Karakter yang setengah benda, setengah makhluk hidup, sering menimbulkan reaksi yang sama: “Ini apaan, tapi kok saya nonton sampai habis?”
Ketiga, meme ini gampang masuk ke “semesta” tren brainrot. Anda tidak perlu memahami cerita panjang. Cukup tahu satu kalimat, satu karakter, satu aturan main yang sederhana, misalnya “dipanggil beberapa kali”.
Keempat, algoritma video pendek menyukai format yang mudah diulang dan mudah di-remix. Begitu satu versi tembus FYP, versi lain ikut menumpang gelombang, karena penonton sudah paham polanya.

Hubungannya dengan tren brainrot dan “Italian brainrot”
Di berbagai pembahasan, tung tung tung sahur sering disandingkan dengan tren brainrot yang lebih luas. Anda mungkin melihat istilah “Italian brainrot” dipakai sebagai label gaya: karakter AI absurd, suara khas, dan nama yang aneh-aneh.
Di konteks Indonesia, yang menonjol justru adaptasinya. Meme ini memakai kata “sahur” dan bunyi kentongan yang terasa lokal, lalu dipadukan dengan estetika absurd yang sudah populer secara global. Jadi kesannya campur aduk: lokal di telinga, global di visual.
Kalau Anda ingin melihat bagaimana meme ini dibingkai di arsip budaya internet, Know Your Meme mencatat momen viralnya menjelang akhir Ramadan 2025 dan memberi contoh performa konten turunan di TikTok.
Fakta cepat yang sering dicari
Berikut ringkasan yang biasanya dicari orang saat mengetik “tung tung tung sahur” di Google.
| Pertanyaan | Jawaban singkat |
|---|---|
| Apa itu tung tung tung sahur? | Meme “anomali AI” dengan karakter mirip kentongan/batang kayu dan voice over “tung tung tung sahur”. |
| Siapa yang mempopulerkan? | Banyak sumber Indonesia mengaitkan awalnya dengan akun TikTok @noxaasht. |
| Mulai kapan ramai? | Disebut muncul 28 Februari 2025 dan makin ramai sepanjang Ramadan 2025. |
| Kenapa “tung tung tung”? | Meniru bunyi kentongan, dikaitkan dengan tradisi membangunkan sahur. |
| Ada “lore” apa? | Versi populer: dipanggil berulang, kalau tidak bangun “dia datang”, gaya horor komedi. |
Seberapa besar virality-nya? Contoh angka yang sering dikutip
Kalau Anda mencari “bukti” bahwa meme ini bukan sekadar ramai di satu lingkaran, beberapa catatan performa konten bisa memberi konteks. Misalnya, Know Your Meme menulis contoh video TikTok yang meraih lebih dari 800.000 tayangan dan 100.000 likes dalam satu hari pada akhir Maret 2025.
Media luar yang membahas tren TikTok juga menyorot angka yang besar pada video terkait. Dexerto menyebut ada klip yang nyaris menembus 5 juta views dan karya fan art yang ikut meraih jutaan views, menunjukkan ekosistemnya tidak cuma satu format saja.
Perlu dicatat, angka-angka ini biasanya merujuk pada contoh video tertentu, bukan total keseluruhan tren. Tetapi sebagai “indikator”, ia membantu menjelaskan kenapa orang merasa meme ini benar-benar lewat di banyak feed, bukan hanya lewat di timeline teman Anda.

Konteks Indonesia: kenapa “sahur” bikin meme ini terasa dekat
Tidak semua tren internet punya “pegangan” budaya yang jelas. Di sini, kata “sahur” menjadi pegangan itu. Banyak orang di Indonesia tumbuh dengan suasana Ramadan yang khas: jam tidur berubah, grup chat ramai jelang subuh, dan ada kebiasaan membangunkan sahur dengan bunyi-bunyian di beberapa tempat.
Meme tung tung tung sahur meminjam memori kolektif itu, lalu membesarkannya menjadi karakter absurd. Anda yang pernah telat sahur mungkin langsung paham kenapa suara repetitif itu terasa seperti “alarm”. Anda yang pernah dengar kentongan malam juga paham kenapa bunyinya cocok jadi punchline.
Di titik ini, meme bekerja bukan karena ceritanya rumit, tapi karena ia menempel pada pengalaman sehari-hari. Satu kata saja, “sahur”, sudah cukup mengaktifkan konteksnya.
Cara ikut tren tanpa terasa memaksa
Kalau Anda ingin ikut formatnya, pendekatannya sederhana: buat orang paham konteks dalam beberapa detik.
Beberapa ide yang sering bekerja:
- Pakai “tung tung tung sahur” sebagai punchline, bukan sebagai isi video dari awal sampai akhir.
- Mulai dari situasi sehari-hari: “Anda baru tidur jam 3, lalu…” atau “Setelah macet Jakarta, Anda ketiduran…”.
- Biarkan visualnya sederhana. Meme ini kuat karena repetisi dan timing, bukan karena edit rumit.
- Jaga nada. Horor komedi tetap horor komedi, jangan berubah jadi konten yang menakut-nakuti orang secara serius.
Jika Anda punya versi yang paling relate, Anda bisa membagikannya sebagai komentar atau story. Sering kali justru versi yang paling sederhana yang paling “kena”.
Apakah tung tung tung sahur benar-benar mendunia?
Di level “budaya internet”, tanda mendunia sering muncul saat tren dicatat oleh situs arsip meme, dibahas oleh media luar, dan melahirkan turunan konten yang banyak.
Untuk tren ini, salah satu rujukan yang paling sering dipakai adalah entri Know Your Meme tentang Tung Tung Tung Sahur, yang merangkum asal-usul, konteks Ramadan 2025, dan contoh penyebarannya.
Selain itu, ada pembahasan dari media luar yang mengangkat tren tersebut sebagai fenomena TikTok, lengkap dengan contoh performa konten.
Sementara itu, dari sisi Indonesia, sejumlah media menekankan narasi “viral dari Indonesia yang mendunia”, dengan fokus pada karakter dan daftar “anomali AI” lain yang sering muncul bersama.
Baca Juga : Teknik Jasa PBN: Strategi SEO Ampuh dengan Optimasi Jasa Homepage Post
FAQ
Apa itu tung tung tung sahur?
Tung tung tung sahur adalah meme “anomali AI” yang menampilkan karakter mirip kentongan atau batang kayu dengan voice over “tung tung tung sahur”. Meme ini ramai selama Ramadan 2025 karena formatnya mudah di-remix dan punya lore horor komedi yang sederhana. Rangkuman asal-usulnya banyak dibahas media Indonesia dan dicatat situs arsip meme.
“Tung tung tung” itu bunyi apa?
Dalam konteks meme, “tung tung tung” dipakai sebagai tiruan bunyi kentongan yang identik dengan membangunkan sahur. Karena bunyinya repetitif dan familiar, ia cocok jadi sound pendek yang langsung memberi suasana Ramadan. Media Indonesia sering menjelaskan kaitannya sebagai adaptasi dari tradisi sahur, lalu dibawa ke format karakter AI.
Siapa yang pertama membuat atau mempopulerkan tung tung tung sahur?
Banyak pembahasan di Indonesia mengaitkan kemunculan awal meme ini dengan akun TikTok @noxaasht, serta menyebut 28 Februari 2025 sebagai tanggal unggahan yang sering dirujuk. Setelah itu, formatnya menyebar lewat remix sound, video reaksi, dan variasi lore.
Kenapa ada cerita “dipanggil berkali-kali, kalau tidak bangun dia datang”?
Itu “lore” horor komedi yang dibuat untuk memperkuat template. Lore sederhana membuat orang cepat paham dan gampang meniru, seperti membuat versi “alarm sahur” yang absurd. Know Your Meme juga menyinggung cara warganet memakai narasi ini menjelang akhir Ramadan 2025 sebagai bahan bercanda.
Apa hubungan tung tung tung sahur dengan Italian brainrot?
Istilah “Italian brainrot” sering dipakai sebagai label gaya konten: karakter AI absurd, nama unik, dan format yang repetitif. Tung tung tung sahur dianggap satu keluarga tren itu, tetapi versi Indonesia menonjol karena memakai konteks sahur dan bunyi kentongan yang terasa lokal. Pembahasan ini sering muncul dalam rangkuman tren global dan arsip meme
Seberapa viral meme ini, ada angkanya?
Beberapa contoh angka sering dikutip untuk menunjukkan skala penyebarannya. Know Your Meme memberi contoh video TikTok yang mencapai lebih dari 800.000 tayangan dan 100.000 likes dalam satu hari. Sementara Dexerto menyebut ada klip terkait yang mendekati 5 juta views. Angka ini merujuk contoh konten tertentu, bukan total keseluruhan tren.
Apakah tung tung tung sahur akan dijadikan film?
Sejauh yang banyak beredar, “film” lebih sering muncul sebagai rumor atau bahan obrolan turunan dari viralnya karakter, bukan sebagai informasi yang sudah pasti. Jika Anda melihat klaim soal proyek resmi, cara paling aman adalah menunggu pengumuman dari pihak rumah produksi atau pemegang hak yang kredibel, bukan dari potongan video tanpa konteks
