TL;DR
Packing orders artinya proses pengemasan pesanan sebelum dikirim ke pembeli. Tahap ini mencakup pemilihan kemasan yang tepat, pembungkusan dengan material pelindung, dan pelabelan alamat pengiriman. Dalam bisnis e-commerce, packing orders jadi salah satu tahap paling krusial karena langsung memengaruhi kondisi barang saat diterima pelanggan.
Kalau Anda pernah belanja online dan melihat status pesanan berubah menjadi “packing orders“, itu artinya penjual sedang mengemas barang Anda. Proses ini terdengar sederhana, tapi di balik layar, ada langkah-langkah yang harus dilakukan dengan teliti supaya barang sampai dalam kondisi utuh.
Packing orders artinya tahap pengemasan pesanan dalam proses fulfillment atau pemenuhan pesanan. Istilah ini dipakai baik oleh marketplace besar maupun penjual skala kecil. Setelah pesanan dikonfirmasi dan pembayaran diterima, barang diambil dari rak penyimpanan (picking), lalu dikemas dan diberi label pengiriman sebelum diserahkan ke kurir.
Bagi penjual, proses ini bukan sekadar memasukkan barang ke dalam kardus. Pemilihan ukuran kemasan, jenis material pelindung, hingga cara menyusun barang di dalam paket, semuanya berpengaruh terhadap biaya pengiriman dan kepuasan pelanggan.
Tahapan Packing Orders dalam E-Commerce
Proses packing orders punya urutan yang cukup standar di hampir semua bisnis online. Menurut ShipBob, tahapan ini dimulai segera setelah picking selesai dan berakhir saat paket siap dijemput kurir.
Pemilihan Kemasan
Langkah pertama adalah memilih kemasan yang sesuai dengan ukuran dan jenis barang. Kardus terlalu besar membuat barang bergeser di dalam, sementara kemasan yang terlalu kecil bisa menekan produk. Untuk barang ringan seperti pakaian, poly mailer (amplop plastik) sudah cukup. Barang elektronik atau pecah belah butuh kardus dengan dinding lebih tebal.
Pembungkusan dan Pelindungan
Setelah kemasan dipilih, barang dibungkus dengan material pelindung. Bubble wrap jadi pilihan paling umum untuk barang rapuh. Untuk mengisi ruang kosong di dalam kardus, penjual biasanya memakai kertas pengisi, packing peanuts, atau bahkan kertas koran. Tujuannya satu: mencegah barang bergoyang selama perjalanan.
Pelabelan dan Dokumentasi
Tahap terakhir adalah menempelkan label pengiriman yang berisi alamat penerima, nomor resi, dan informasi pengirim. Beberapa penjual juga menyertakan packing slip (daftar isi paket) di dalam kemasan supaya pembeli bisa langsung mengecek kelengkapan pesanan.
Fungsi Packing Orders yang Sering Diabaikan
Banyak penjual pemula menganggap proses pengemasan ini sekadar formalitas. Padahal, packing orders punya beberapa fungsi penting yang langsung berdampak pada bisnis.
- Melindungi barang dari kerusakan. Kemasan yang tepat mencegah produk pecah, penyok, atau basah selama pengiriman. Menurut Mecalux, fungsi utama packing di gudang adalah menjamin keamanan barang selama distribusi.
- Menghemat biaya pengiriman. Ukuran dan berat kemasan memengaruhi tarif ongkos kirim. Kemasan yang pas mengurangi berat volumetrik, artinya ongkir lebih murah.
- Meningkatkan kepuasan pelanggan. Paket yang rapi dan aman sampai tujuan meninggalkan kesan profesional. Sebaliknya, barang rusak karena kemasan asal-asalan langsung menurunkan kepercayaan pembeli.
- Memperkuat branding. Kemasan dengan logo, warna khas, atau ucapan terima kasih menciptakan pengalaman unboxing yang berkesan. Ini jadi strategi pemasaran tersendiri bagi banyak bisnis online.
Perbedaan Picking dan Packing
Dua istilah ini sering tertukar, padahal keduanya adalah tahap yang berbeda dalam proses fulfillment. Picking adalah proses mengambil barang dari lokasi penyimpanan di gudang berdasarkan pesanan yang masuk. Setelah barang terkumpul, barulah masuk ke tahap packing, yaitu pengemasan sebelum pengiriman.
Menurut FM Logistic, picking fokus pada akurasi (apakah barang yang diambil sudah benar), sedangkan packing fokus pada keamanan (apakah barang terlindungi dengan baik). Keduanya harus berjalan efisien supaya pesanan bisa dikirim tepat waktu.
Baca juga: Contoh Surat SP 1 untuk Karyawan
Jenis Material Packing yang Umum Dipakai
Tidak semua barang butuh kemasan yang sama. Berikut beberapa material pengemasan yang paling sering digunakan dalam proses packing orders:
- Kardus (carton box). Material paling umum dan serbaguna. Tersedia dalam berbagai ukuran dan ketebalan.
- Bubble wrap. Lapisan gelembung udara yang melindungi barang rapuh dari benturan. Cocok untuk elektronik, keramik, dan kaca.
- Poly mailer. Amplop plastik ringan untuk barang yang tidak mudah pecah seperti pakaian atau aksesoris.
- Kertas pengisi dan packing peanuts. Dipakai untuk mengisi ruang kosong di dalam kardus agar barang tidak bergeser.
- Stretch film. Plastik elastis yang dipakai untuk membungkus barang berukuran besar atau mengikat beberapa barang jadi satu di atas palet.
Pemilihan material bergantung pada jenis produk, jarak pengiriman, dan anggaran. Barang bernilai tinggi atau mudah pecah tentu butuh perlindungan lebih dibanding produk tekstil yang relatif tahan banting.
Tips Packing Orders Supaya Barang Aman Sampai Tujuan
Beberapa hal kecil dalam proses pengemasan bisa membuat perbedaan besar. Berikut tips yang bisa Anda terapkan:
- Pilih kardus yang pas. Sisakan ruang sekitar 5 cm di setiap sisi untuk material pelindung, tapi jangan terlalu longgar.
- Gunakan double tape pada sambungan kardus. Satu lapis lakban sering tidak cukup, terutama untuk barang berat.
- Pisahkan barang rapuh. Kalau satu pesanan berisi beberapa item, bungkus masing-masing secara terpisah sebelum disatukan dalam satu kemasan.
- Tulis “FRAGILE” atau “PECAH BELAH” dengan jelas. Ini memberi sinyal ke kurir untuk menangani paket dengan lebih hati-hati.
- Uji kekuatan kemasan. Sebelum ditutup, coba goyangkan paket. Kalau isinya bergeser, tambahkan material pengisi.
Khusus untuk penjual yang memproses pesanan dalam jumlah besar setiap hari, standarisasi proses packing sangat membantu. Siapkan template ukuran kardus untuk kategori produk tertentu dan pastikan stok material pengemasan selalu tersedia. Menurut Zoho Inventory, proses packing yang terstandarisasi bisa mengurangi waktu pengemasan per pesanan dan menurunkan tingkat kerusakan barang selama pengiriman.
Status “Packing Orders” di Marketplace
Dari sisi pembeli, istilah packing orders lebih sering muncul sebagai status pesanan di marketplace seperti Shopee, Tokopedia, atau Lazada. Ketika status berubah menjadi “packing orders“, artinya pembayaran sudah dikonfirmasi dan penjual sedang menyiapkan paket Anda.
Status ini biasanya berlangsung antara beberapa jam sampai satu hari kerja, tergantung kebijakan toko dan volume pesanan. Setelah proses packing selesai, status akan berubah menjadi “dikirim” atau “shipped” begitu kurir menjemput paket.
Kalau status packing orders tidak berubah dalam waktu yang lama, Anda bisa menghubungi penjual lewat fitur chat di marketplace. Beberapa marketplace bahkan punya batas waktu pengemasan: kalau penjual tidak memproses pesanan dalam tenggat tertentu, pesanan otomatis dibatalkan dan dana dikembalikan.
Kesalahan Umum Saat Packing Orders
Beberapa kesalahan pengemasan terlihat sepele tapi dampaknya bisa besar, mulai dari komplain pelanggan sampai kerugian finansial.
- Kardus terlalu besar untuk isinya. Selain boros material pengisi, ini menaikkan berat volumetrik dan biaya pengiriman.
- Tidak memberi bantalan pada barang rapuh. Satu lapis bubble wrap kadang tidak cukup untuk perjalanan jauh. Barang elektronik idealnya dibungkus berlapis dan diberi bantalan di semua sisi.
- Label pengiriman tidak terbaca. Tulisan tangan yang kurang jelas atau label yang mudah lepas bisa menyebabkan paket salah kirim.
- Mengabaikan berat maksimal kemasan. Setiap jenis kardus punya batas berat. Memaksakan barang berat ke dalam kardus tipis membuat kemasan mudah jebol di perjalanan.
Packing orders artinya bukan hanya soal membungkus barang, tapi juga soal menjaga kepercayaan pelanggan. Satu paket yang sampai rusak bisa menghasilkan ulasan negatif yang dilihat ratusan calon pembeli lain. Sebaliknya, pengemasan yang rapi dan aman jadi investasi kecil dengan dampak besar bagi reputasi toko Anda.
FAQ
Apa arti status packing orders di marketplace?
Status packing orders berarti penjual sedang mengemas pesanan Anda setelah pembayaran dikonfirmasi. Barang belum diserahkan ke kurir dan pengiriman belum dimulai. Status ini biasanya berlangsung beberapa jam sampai satu hari kerja.
Apa bedanya picking dan packing dalam logistik?
Picking adalah proses mengambil barang dari rak gudang sesuai pesanan, sedangkan packing adalah proses mengemasnya ke dalam kemasan yang aman untuk dikirim. Picking dilakukan lebih dulu, baru setelah itu masuk tahap packing.
Berapa lama proses packing orders biasanya berlangsung?
Untuk toko online skala kecil, proses packing bisa selesai dalam hitungan menit per pesanan. Di gudang besar dengan volume tinggi, rata-rata waktu pemrosesan pesanan (termasuk packing) kurang dari satu jam per pesanan.
Apa yang harus dilakukan kalau status packing orders tidak berubah?
Hubungi penjual melalui fitur chat di marketplace untuk menanyakan progres pesanan. Jika tidak ada respons dalam batas waktu yang ditentukan marketplace, pesanan biasanya otomatis dibatalkan dan dana dikembalikan.
Material packing apa yang paling aman untuk barang elektronik?
Kombinasi bubble wrap berlapis dan kardus berdinding tebal adalah pilihan paling aman untuk barang elektronik. Pastikan ada bantalan di semua sisi paket dan barang tidak bisa bergeser di dalam kemasan.

